Jumat, 26 Maret 2010

Piggyback yang Gampang dan Murah ... (Bagian 2)

Sekarang mari kita coba membuat rangkaian yang hanya memperbanyak bahan bakar HANYA pada saat akselerasi saja, sedangkan pada pada saat idle & rpm stabil, durasi bahan bakar tetap seperti semula. Sebagai misal coba kita buat supaya pada saat akselerasi durasi bahan bakar bisa lebih gemuk. Maka kita mempunyai persamaan garisnya seperti di bawah :



Dari grafik di atas bisa dibuat persamaan garis, dimana x1=1.7 Volt dirubah menjadi y1=1.7 Volt. Dan x2=3.4 Volt dirubah menjadi y2=3.6 Volt. Dengan persamaan garis ((y-y1)/(y2-y1) = (x-x1)/(x2-x1)), maka akan kita dapatkan :

(y-1.7)/(3.6-1.7) = (x-1.7)/(3.4-1.7)
hasil akhirnya adalah :
y = 1.12x – 0.2
dengan x adalah MAP input (dalam Volt)
dengan x adalah MAP output (dalam Volt)

persamaan ini kalau kita coba hitung ditiap-tiap titik, maka akan nampak seperti pada tabel di bawah …



Tampak pada tabel di kondisi idle & rpm stabil, pada no. 8 (MAPin = 1.75) dirubah mendekati sama persis menjadi MAPout = 1.76, atau bisa dikatakan saat idle & rpm stabil, input dan output dari rangkaian piggyback menghasilkan tegangan MAP yang sama. Berbeda saat akselerasi/beban….no 10 s/d 15.

Sekarang yang menjadi permasalahannya adalah membuat persamaan ini (y = 1.12x – 0.2) menjadi rangkaian elektronikanya. Langsung saja yuk kita buat rangkaiaanya……

Dari persamaan y = 1.12x – 0.2 , bisa kita bagi menjadi 2 bagian, yaitu y1 = 1.12x , dan y2 = 0.2. ehingga persamaannya menjadi y = y1-y2.

Untuk y1 = 1.12x, bisa dibuat dengan rangkaian non inverting seperti di atas, yaitu :
Dimana (1+R2/R1) = 1.12, maka R2/R1 = 1.12 – 1 = 0.12
R2 = 0.12x R1. dengan R1 = 10 k, maka R2 = 0.12x 10k = 1.2k Ohm.
Dapat disimpulkan bahwa jika menginginkan persamaan Y = 1.12x, maka R2 (variabel) harus di set menjadi 1.2 kOhm.

Sedangkan untuk persamaan y2 = 0.2, bisa dibuat dengan rangkaian pembagi tegangan dengan komponen potensiometer (10k) dan Op-Amp sebagai buffer. Fungsi Op-Amp sebagai buffer disini adalah sebagai penyangga agar tegangan 0.2 Volt yang sudah di set tadi tidak drop ketika dirangkaikan ke rangkaian lain. Tegangan 0.2 V pada rangkaian di bawah diatur dengan mengatur potensiometernya, lebih baik menggunakan multitone.





Sedangkan untuk membuat rangkaian pengurang y = y1 – y2, adalah dengan rangkaian subtractor, sebagai berikut :



Rangkain di atas mempunyai persamaan y = m(y1 – y2), dengan m adalah penguatannya. Supaya didapatkan persamaan y = y1 – y2, maka m = 1. sehingga semua R di atas adalah sama, semisal kita buat R = 10 kOhm. Sehingga rangkaian totalnya adalah

9 komentar:

Anonim mengatakan...

salam kenal
saya bambang,domisili di serang,banten.Saya sangat tertarik bgt dg artikel om Trigas apalagi yg d bahas tentang autotroniknya.sy suka otomotif terutama d bagian elektroniknya(kontrol mesin/cara kerjanya ECU).tp pengetahuan d bidang elektro sy msh buta bgt.mudah-mudahan dg mengikuti blog ini saya jd tahu banyak tentang autotronik,harapan saya om Trigas bs menjabarkan artikel-artikelnya dg lebih detail,biar saya yg awam jd ngerti,,he.........
BRAVO buat om Trigas.

TRIGAS mengatakan...

Salam kenal juga mas bambang...kalo ada yang ditanyakan langsung dtanyakan aja. mudah-mudahan bisa melegakan mas bambang...he..he..

Semoga kita bisa saling belajar mas bambang...

Anonim mengatakan...

Mas trigas...salam kenal ya...

Bagus banget tulisannya mas trigas. Saya antusias banget untuk ngikuti tulisan2nya mas trigas. Saya kerja dibengkel daerah Surabaya. Dan ingin tau banyak tentang elektronika praktis buat aplikasi di otomotif. Ya contohnya rangkaian yang mas bahas di atas. Saya tunggu tulisan lanjutannya ya mas...

olied mengatakan...

Mantep Cak.... tapi durung duwe mobil akune dadi ga iso mengimplentasikan...hehe... keep posting...

ahmad mengatakan...

Mas trigas,
saya ahmad alumni SP 03,dlu sya beserta 5 tmn lainnya pernah KP d VEDC stlh mas luhur SP 01 dan ambil mengenai scanner tool tp gagal krn g bs mengartikan arti bit2 yg kluar dari ECU.

Salut atas tulisan mas Trigas. Two thumbs up lah..

Teruskan mas,agar bs nambah pengetahuan kita2 ttg otomotif..

Salam,

Ahmad

TRIGAS mengatakan...

@ Ahmad : Ahmad ya... jadi inget sampean mad. Ketemu lagi di dunia maya...thanks ya ...

Anonim mengatakan...

saya astri dari pasuruan. saya tertarik banget dgn rangkaian yg diatas td...
gmna kalo transisitor op-amp nya diganti dengan transistor BJT bisa gak mas??? krn yg op- amp bs menghasilkan arus yg besar..

Anonim mengatakan...

salam kenal dan terima kasih bro trigas u/ tulisannya. semoga bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi yang ingin belajar..

Unknown mengatakan...

salam pak trigas,,,saya cuma mau tanya aja nih sama pak,,dengan rangkaian bapak seperti ada yang kurang jelas dengan C1 pakai 10u berapa volt da R4 50K apa 50,omh semoga pak trigas bisa menjelaskan apa yang saya tanyakan,,terimakasih

Posting Komentar